Postingan

Jangan Panik Mari Ke Wedi Ombo

Gambar
16 Januari 2016 senada dengan 06 Rabiul Akhir 1437 Akhir pekan datang, jangan cuma senang di kamar. Mari keluar menyingkap tirai, lihatlah Indonesiamu yang mengagumkan. Hari ini aku mau jalan-jalan. Acara bersama temen-temen OMIP Liberty bertajuk ‘jangan panik mari piknik’. Kegiatannya adalah jalan ke pantai Wedi Ombo, Girisubo, Gunungkidul. Temen-temen PSDA, tepatnya Ari dan Juki, sudah mempersiapkan ini untuk acara akhir pekan. Yap libur pasca UAS dan selama masih ada yang belum mudik, lanjut vroh. Hm perlu dipersiapkan baju ganti, obat pribadi, uang-camilan secukupnya dan perlengkapan berkendara. Jam 07.00 kami kumpul dulu di poli klinik UIN SUKA. Cek kelengkapan personil, briefing untuk perjalanan dan berdoa. Sekitar 08.45 kami berangkat. Rutenya lewat jalan Solo, Janti belok kanan, ringroad, belok kiri di jalan Wonosari, terus ke Pathuk Gunungkidul dan terus ke selatan. Enggak paham sih aku. Haha. Sempat kami mampir di SPBU. Mengisi BMM, cek ban dan membuat ta...

Dear Guruku

Gambar
12 Pebruari 2016 senada dengan 4 Jumadal Ula 1437 (Night) Sudah seminggu sejak hari menyesakkan itu. Sungguh, kami yang ditinggalkan tidak menyangkan kepergian itu. Terlalu tiba-tiba dan tidak terduga. Hari sabtu, tanggal 06 Pebruari 2016/27 Rabiul Akhir 1437, sekitar jam tujuh pagi, beliau menghadap rabb-Nya. Situasinya hampir sama dengan kepergian ayahanda beliau. Oh berat rasanya menerima kepergianmu, Nyai Khatibatul Ummah binti Alm KH. A. Warits Ilyas. Kabar duka beliau kudengar dari ibu. Derai tangisnya menyeruak dari seberang telepon genggam ayahku. Sangat pilu kedengarannya. Menyesakkan. Dari yang kudengar, beliau meninggal karena pendarahan. Ceritanya, beliau melahirkan putri pertamanya hari itu. Entah kenapa sejam kemudian beliau merasakan sakit di bagian punggung, wajah beliau pucat. Kondisi itu membuat beliau dilarikan ke Puskesmas Kemisan dan selanjutnya ke RSUD Sumenep. Namun, beliau akhirnya tiada. Mungkin ketika dalam perjalanan ke Sumenep. Itu c...

Sedikit Review tentang Telegram

Gambar
03 Pebruari 2016 senada dengan 24 Rabiul Akhir 1437 Beberapa hari yang lalu, saya membaca artikel di suatu tabloi yang kontennya tentang hp. Disitu mengangkat sedikit tentang instant messenger (IM). Saya pribadi, sebagai pengguna smartphone, juga menggunakan IM. Biar lebih hemat maksudnya. Di smartphone saya terinstall tiga IM; WhatsApp, Line dan BBM. Lalu, artikel tadi membuka wawasan saya bahwa masih banyak sekali IM yang bertebaran di market app tapi belum saya ketahui. Misalnya Kik, Viber dan Signal Private. Hal yang mengusik saya adalah kenapa orang Indonesia lebih kenal dengan WA, BBM dan Line? Saya rasa sedikit (entah berapa persentasenya) yang tahu IM semacam Kik, Viber dan Signal Private. Ya mungkin ada juga IM lain yang populer seperti KakaoTalk, WeChat, BeeTalk dll yang tak bisa disebut satu-satu. Timbul pertanyaan, kenapa satu orang memilih  IM A dan tidak B padahal banyak sekali opsi? Kecocokan didasarkan apa? Bagian nyamannya disebelah mana? Kadang saya j...